6 Mei 2008

Complicated

Orang bijak bilang ; ”Orang hidup itu pasti pernah berbuat salah. Semua orang pernah jatuh, tapi sebodoh-bodohnya manusia adalah dia yang jatuh di lubang yang sama”.
Itu adalah perkataan orang bijak, karena aku bukan orang bijak, maka aku tidak berani berkata apa-apa...???!!

Mungkin catatan ini akan menjadi bahan refleksi hidupku ketika kubaca lagi nanti, mungkin juga hanya menjadi bahan lelucon bagi anak cucuku kelak..

”Aku gak mau kamu nelpon hanya untuk bicara yang tidak berbobot”
”Gak berbobot gimana? Aku kan mau tahu kabarmu”
”Kamu kayak anak SD lho, bego gitu, berapa sih usiamu? Sudah tua kan?”
”maksudmu”
”Aku bukan orang yang goblok, yang pura2 bersikap ga peduli, seolah tidak pernah ada apa2, aku ga mau berjalan tanpa arah”
Seperti biasanya, tiba2 aku menjadi bodoh, segoblok yang dia katakan. Aku tidak bisa berkata-kata. Tapi akhirnya pecah juga kebuntuan itu,
”Aku sudah mencoba mencari celah itu, tapi sepertinya tidak ada, Aku tidak dibesarkan di lingkungan yang memungkinkan aku jadi pemberontak”
”pemberontak? Bukan pemberontak, tapi kita hanya berani memutuskan hidup kita sendiri”
Ttttiiiitttt pulsaku habis.

Terlalu banyak yang terlintas, terlalu banyak kenangan.
Terlalu dalam jurang yang ada..
Tidak ada yang bisa menjadi jembatan, menurut pandanganku yang picik dan naif.

Jika kami mencoba melompat, tentu akan terjatuh ke dasar jurang. Ada dua kemungkinan, kami akan hancur berantakan di dasar dan musnah, atau kami akan terjatuh di dasar air jurang dan selamat, tapi kemudian kami tetap harus mendaki terjalnya bibir jurang itu...bisa saja salah satu dari kami akan jatuh lagi.
Tiba2 ketakutan itu datang lagi. Dalam ketakutan itu aku lebih menggunakan logika daripada perasaan.
Dan dia benar, kami tidak bisa hanya berdiri terus di tepi jurang..

Then I have to make decision, a very big decision!

Aku tinggalkan jurang itu dan mencari jalan pulang… jalan lain yang lebih mudah, meski harus membawa lagi hati yang telah luluh lantak, meninggalkan yg aku sayangi. Tapi aku yakini jalan ini yang lebih baik.
Aku tengah melakonkan tokoh seorang Pengecut,
Lebih cocok disebut Pecundang..Aku benci lakon ini!

1 komentar:

H.M.Falah Mathori mengatakan...

Bagus sekali blog-nya, suasananya cerah dan menggembirakan.