15 Juni 2007

Sea World Hotel, Maumere

Kemaren saat browsing di google, aku sempat kesasar ke website hotel SeaWorld. Websitenya sih Dutch minded, meskipun ada terjemahan Englishnya tapi tetep aja sering pusing membacanya. Di situ ada galeri foto tentang hotel dan fasilitas yang ditawarkan. Melihat foto2 yang ada di situ, aku jadi teringat lagi tentang nikmatnya menghabiskan waktu di SeaWorld hotel itu. Ya, aku memang sering mengunjungi bahkan menginap di hotel itu.
Sewaktu di Maumere (bersama Plan Sikka) SeaWorld hotel atau yang kami menyebutnya Sea World Club (SWC) adalah salah satu dari dua venue yang dijadikan langganan untuk kegiatan kami, baik kegiatan bersama mitra atau masyarakat, maupun kegiatan internal lembaga. Tak cukup dengan itu, pantainya juga sering aku kunjungi di saat libur bersama teman hanya untuk berenang atau tiduran di pasirnya, paling sering sih dengan Titon, tul ga' Titon?. Ya, hal itu karena di pantai SeaWorld terdapat fasilitas shower air tawar yang ditempatkan di beberapa titik, sehingga setelah puas berenang di air asin, kita bisa membilas badan dengan shower itu.
Lokasi SWC 8 Km arah timur dari pusat kota Maumere, pas berada di luar batas kota Maumere. Hal ini cukup ideal untuk beristirahat terhindar dari hiruk pikuk keramaian kota, apalagi hotel yang bertype resor ini berada di atas pantai. Kamarnya terbagi dalam beberapa type dengan harga yang berbeda, mulai dari beach house sampai yang bungalow yang excusive. aku sih paling suka menggunakan beach house karena tempatnya yang tepat di bibir pantai, meskipun dengan fasilitas yang serba minim dibandingkan dengan kamar yang lain.
Bicara tentang Sea World Club, bagiku itu berarti ;
  • Pasir laut, pohon kelapa, ketapang, biru laut, bunglow, kamar panggung, dan restoran terbuka, sunyi,
  • Nyantai di pantai setelah penat dengan kegiatan training atau workshop,
  • tidur di kamar ditemani suara deburan ombak,
  • bangun pagi, berenang sejenak, trus sarapan dan ngopi di restoran,
  • Berenang bebas di laut yang jernih, trus bebilas di shower air tawar,
  • Ikan Bakar, Sup Asparagus, Jus buah, Kopi Pekat, Live music BangBoler,
  • nunggu pesanan makanannya kelamaan,
  • pusink ngorganisir pelatihan dengan peserta dan fasilitator yang rewel,
  • main bola di pantai-kecapean de,
  • ketiduran di kursi pantai dibalut angin sepoi-sepoi, kepanasan seh,
  • menampung cerita bu Trix Mali sampai ngantuk, kram juga,
  • nelayan merajut jala, turis pergi diving, anak pantai berenang,
  • Plan-Yaspem, Adituka,
  • Rocky Independent, GL-Max, Mega Pro.

Di antara beberapa kunjungan dan waktu menginap di SWC, ada 2 kenangan yang paling berkesan buat aku. Pertama adalah saat aku dan teman2 Plan Sikka menginap di SWC untuk penyusunan Rencana Operasional FY '06 (Juni 2005), I spent my time with her. dan yang kedua adalah saat Family Day Plan Sikka yang seru dengan kegiatan2 kebersamaannya.

Terakhir, aku menghabiskan waktu di SWC adalah saat mengikuti pelatihan CCCD sekitar bulan Oktober 2006 lalu (sekaligus sibuk sbg panitianya), namun sayang kali ini aku ga bisa menikmati bersantai di SWC, scara harus mondar-mandir ke kantor buat nyelesaikan tugas lain.
Titon, kalo loe maen ke SWC, sampekan salam buat Bu Trix Mali ya, biar nanti bisa ditraktir Jus Alpukat atau bahkan makanannya sekalian..!.

3 komentar:

thresiasriance mengatakan...

Oh ya mas, kalo boleh tahu nich, harganya berapa ya.Soalnya saya juga rencananya mau berlibur di maumere. Saya lihat di blog anda dan saya sangat tertarik. Apalgi di picnya kelihatanya tenang sekali dan suasananya enak.Terus tuch hotel kira jauh ngga dari kotanya. Di daerah mana ya mas?

toni ahmad mengatakan...

seingatku harga kamarnya berkisar antara 110rb/net (beachhouse)sampe 250rb/net(exc.bungalow)include breakfast. harga itu kayaknya hampir sama dg resor2 bagus lain yang ada di Maumere. tapi untuk lebih jelasnya bisa liat webnya SWC.

niken mengatakan...

daerah timur kaya dengan pantai yang bagus2, udah gitu bersih lagi. ga kaya pantai di Jakarta yang dah tercemar. jadi pengen jalan2 kesana, karena pada dasarnya aq seneng pantai (mungkin karena aku tinggal di dataran tinggi /deket gunung)